Wisuda Sarjana Unpas: A Rayi Putra Bupati Purwakarta Peluk Erat Foto Almarhumah Ibunda yang Berpulang Dua Pekan Lalu

Wisuda Sarjana Unpas 2025 menghadirkan momen haru saat A Rayi membawa foto almarhumah ibunda dan memeluk ayahnya, Bupati Purwakarta, di Sabuga Bandung.

KOTA BANDUNG— Tangis haru tak terbendung di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Minggu pagi, 9 November 2025.

Tempat terselenggaranya Wisuda Sarjana Universitas Pasundan bertema “Mewujudkan Dampak Nyata Lulusan Nyantri–Nyunda–Nyakola untuk Indonesia Emas 2045” dan dihadiri oleh jajaran Senat Universitas, para dekan, dosen, serta ribuan orang tua wisudawan.

Di antara ribuan toga hitam yang berbaris rapi, sebuah pemandangan menggetarkan hati muncul saat nama Rayi Kamla Putra Bahari dipanggil ke podium.

A Rayi—begitu ia disapa—melangkah tegar, namun sorot matanya sulit sembunyikan perasaan itu, antara bahagia dan kehilangan.

Di pelukannya, bukan buket bunga, melainkan foto almarhumah ibundanya, Hj. Diny Yuliani, yang baru dua pekan lalu berpulang ke Rahmatullah.

Ayahnya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein—akrab disapa Om Zein—duduk di kursi orangtua.

Baca Juga:  Perum Jasa Tirta II Siap Perkuat Sinergi dengan Pemkab Purwakarta 

Di sampingnya, satu kursi dibiarkan kosong. Di atas kursi itu terpasang bingkai foto almarhumah istrinya, seolah menjadi simbol kehadiran yang abadi, sekalipun raganya telah tiada.

Ketika A Rayi naik ke podium menerima ijazah, suasana ruang mendadak seperti hening. Suara iringan wisuda seakan berhenti.

Ia menerima toga dan ijazahnya sembari mendekap erat foto sang ibunda. Beberapa saat kemudian, ia turun dari podium dan langsung memeluk ayahnya. Pelukan panjang, tanpa kata.

“Semangat, Nak. Ibumu pasti sangat bangga,” tulis Om Zein di unggahan media sosialnya beberapa jam setelah acara.

Kalimat pendek itu menembus ribuan hati warganet yang ikut menyaksikan momen haru tersebut melalui video yang beredar.

Baca Juga:  Dukung Pendidikan Generasi Muda: Perum Jasa Tirta II Serahkan Beasiswa Atlet Berprestasi

Om Zein, dalam video yang beredar, menyampaikan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, akhirnya A Rayi diwisuda juga. A Rayi itu anak pertama saya, kuliahnya di Unpas. Sayang, ibunya tidak bisa menghadiri langsung. Tapi saya yakin, beliau melihat dari tempat terbaik.”

Tak hanya hadir sebagai ayah, Om Zein juga didaulat menyampaikan sambutan mewakili para orangtua wisudawan.

Beliau membuka pidatonya dengan ucapan terima kasih kepada Universitas Pasundan dan seluruh dosen.

Ribuan pasang mata di Sabuga menunduk haru. Banyak kaum ibu di media sosial menitikkan air mata, seolah membayangkan diri mereka di posisi yang sama.

Momen wisuda itu menjadi pengingat bahwa setiap toga tak hanya disulam dengan ilmu, tetapi juga dengan doa, pengorbanan, dan kasih sayang orangtua.

Baca Juga:  Pemkab Purwakarta Sosialisasikan Inaproc Versi 6, Dorong Pengadaan yang Transparan dan Akuntabel

Dan pagi itu, di antara kursi-kursi kebanggaan, satu kursi kosong di sisi Om Zein menjadi saksi paling bisu tentang cinta yang terus hidup untuk sang buah hati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *